Top 10 Teori Tentang Misteri Segitiga Bermuda

Asal kata Segitiga Bermuda, seperti yang kita sebut hari ini, diciptakan oleh penulis Vincent Gaddis pada tahun 1964 ketika ia menulis sebuah cerita sampul untuk majalah Argosy tentang menghilangnya Penerbangan 19 secara misterius. Juga dikenal sebagai ‘Segitiga Setan’ atau ‘Pulau Setan’,

Menurut banyak ilmuwan hari ini, bagaimanapun batas-batas misteri itu didefinisikan antara fantasi dan fiksi. Segitiga Bermuda sangat dikenal sebagai tempat dimana kapal-kapal dan pesawat telah menghilang secara lebih misterius , tapi mengapa?

Berikut adalah sepuluh alasan yang banyak diyakini orang tentang Segitiga Bermuda dengan reputasi sebagai pusat cerita misteri, seperti tentang penculikan mahluk asing, kapal hantu, monster laut, portal waktu, dan kegilaan serta kekacauan lainnya.

10. Sisa teknologi dari kota Atlantis yang hilang

Dari berbagai klaim tentang Segitiga Bermuda, salah satu dugaan adalah bahwa tempat itu adalah lokasi kota Atlantis yang hilang. Edgar Cayce meramalkan bahwa pada tahun 1968 arkeolog akan menemukan pintu masuk ke kota Atlantis tenggelam di dekat Bimini di Segitiga Bermuda.

Pada saat itu batu yang membentuk dinding ditemukan terbenam secara disengaja di sebuah pulau di Bahama dan banyak yang beranggapan ini adalah bukti dari kota Atlantis yang hilang.

Menurut legenda, kota Atlantis mempunyai pembangkit energi dari kristal dimana sampai hari ini masih mengirimkan gelombang energi, karena lokasi kristal yang terkubur di bawah laut yang menyebabkan kapal dan pesawat akan terganggu pada peralatan navigasinya.

Teori konspirasi hari ini juga berspekulasi tentang sebuah pangkalan militer di bawah air yang dikenal sebagai Underwater Area 51, salah satu alasan untuk misteri di Segitiga Bermuda.

9. Mesin Waktu

Teori ini masuk di nomor 9 karena kurangnya bukti yang serius. Beberapa laporan mengatakan bahwa sebanyak 1.000 jiwa telah hilang dalam 500 tahun terakhir dan bahwa lebih dari 50 kapal dan 20 pesawat telah hilang dalam 1 abad terakhir.

Angkatan Laut AS dan Coast Guard mengatakan ada bukti kegiatan yang tidak biasa di daerah tersebut. Lalu apakah ada hubungannya dengan perjalanan waktu?

Dugaan ini masih luas beredar di kalangan masyarakat dunia. Namun, ada yang berpikir Segitiga Bermuda memiliki ‘lubang biru’ dianggap sisa-sisa lubang cacing dimana alien lintas dimensi melakukan perjalanan ke Bumi.

8. Penculikan Oleh Alien

Teori Penculikan Alien di segitiga bermuda ada di nomor 8 karena teori itu begitu populer namun sepertinya tidak mungkin. Kecelakaan ‘misterius’ di daerah itu meningkat pada tahun 1967 dengan press release oleh National Geographic Society merinci fenomena aneh di dalam dan sekitar Segitiga.

Tentu saja penculikan alien bukan dugaan, tapi orang-orang segera mulai mengisi kekosongan dengan penjelasan seperti alien mengganggu peralatan navigasi untuk menculik orang.

Kabut psikedelik tahun enam puluhan mulai diangkat sebagai isu saat orang-orang pindah ke 70-an, tetapi gagasan alien berlanjut lama setelah tahun 60-an menjadi memori transendental.

Sebuah pencarian besar di darat dan laut dilakukan untuk menemukan 5 torpedo bomber Angkatan Laut yang menghilang saat melakukan penerbangan rutin serta pesawat penyelamat yang hilang setelah dikirim untuk mencari kru yang hilang.

Penerbangan 19 terdiri dari 13 awak, dan sampai sekarang korban dan puing-puing pesawat tidak pernah diketemukan, termasuk pesawat penyelamat yang terdiri dari 14 orang lainnya yang bermaksud menjadi tim pencari.

7. Serangan yang disengaja untuk menghancurkan

Jauh lebih masuk akal, meski jauh lebih tragis, adalah serangan yang disengaja untuk penghancuran..
Meskipun dalam penerbangan 19 tadi, tidak ada bukti untuk dugaan bahwa pesawat hilang karena serangan yang disengaja, banyak yang percaya ini adalah alasan bagi banyak pesawat dan kapal hilang lainnya di daerah Segitiga Bermuda.

Tindakan penghancuran sengaja mencakup tindakan perang dan pembajakan. Catatan dalam file musuh selama Perang Dunia telah mendokumentasikan banyak kerugian, dan orang-orang yang tidak tercatat, banyak yang diasumsikan telah tenggelam oleh salah satu perampok permukaan atau kapal selam.

Pembajakan oleh Bajak laut, perompak, atau bahkan penyelundup obat bius. Sampai hari ini banyak catatan peristiwa tentang hilangnya kapal karena pembajakan di laut terbuka meskipun Kapten Blackbeard si bajak laut legendaris itu sudah lama tiada

6. Gas Metan

Salah satu Penjelasan tentang segitiga bermuda sebagai laut pemangsa misterius adalah Gas Metan. Teori ini telah difokuskan pada kehadiran bidang besar gas alami yang disebut metana.

Percobaan laboratorium telah membuktikan bahwa gelembung metana memang bisa menenggelamkan kapal dengan mengurangi kepadatan dari air dengan puing-puing dasar laut dan busa yang sangat mungkin untuk naik ke permukaan untuk kemudian dengan cepat menggulingkan kapal.

Teori ni memiliki bukti tambahan dengan peristiwa letusan ‘gunung lumpur’ yang dapat menghasilkan air berbusa yang tidak lagi mampu memberikan daya apung yang memadai untuk kapal, menyebabkan mereka tenggelam sangat cepat tanpa peringatan.

Telah diketahui dari percobaan bahwa gas metana juga dapat mempengaruhi pesawat serta kapal. Publikasi oleh USGS menjelaskan tentang persediaan besar hidrat bawah laut di seluruh dunia.

Tetapi menurut dokumen lainnya, tidak ada rilis besar gas yang diyakini telah terjadi di Segitiga Bermuda selama 15.000 tahun terakhir.

5. Medan Magnet

Kecelakaan aneh di Segitiga Bermuda telah dikaitkan dengan bukti masalah kompas dan navigasi, membuat bidang geomagnetik sebagai kasus nyata, dan teori masuk akal untuk penghilangan yang terjadi di Bermuda.

Masalah dengan peralatan magnetik dari medan geomagnetik adalah 5 dari sepuluh alasan utama Segitiga Bermuda menjadi begitu membingungkan.

Banyak teori bahwa ada anomali magnetik di daerah tersebut dan bahwa wilayah ini termasuk salah satu dari hanya dua tempat di bumi di mana kutub utara dan magnet utara membujur yang dapat menhasilkan bervariasi hasil pada peralatan navigasi.

Dalam kaitannya dengan teori ‘kabut elektronik’ oleh Rob MacGregor dan Bruce Gernon, badai elektromagnetik yang kuat dari dalam bumi menembus ke permukaan dan datang ke atmosfir, lalu meninggalkan kabut di belakangnya.

4. Variasi Arus Teluk

Arus Teluk hampir seperti sebuah sungai dalam laut yang berasal dari Teluk Meksiko dan mengalir melalui Selat Florida ke Atlantik Utara.

Ini mencakup 40 sampai 50 mil luas wilayah dan dapat membawa puing-puing hingga kecepatan permukaan 5,6 mil per jam untuk 2-4 simpul arus dan hal ini tergantung pada pola cuaca.

Arus Teluk dapat dengan mudah memindahkan pesawat atau kapal tentunya, dan selanjutnya, Segitiga Bermuda termasuk sebagai beberapa palung laut terdalam di dunia, yang terdalam mendekati hampir 10.000 meter di bawah laut.

Kapal tetap sangat mungkin ditelan oleh laut ke parit jika tidak oleh arus. Tanpa diduga gelombang tinggi juga telah dilaporkan hingga delapan puluh meter di luar Arus Teluk, menambah sulitnya mencari kapal dan pesawat hilang di laut

3. Gelombang dan Perubahan Cuaca yang Cepat

Badai Karibia Atlantik menghasilkan cuaca tak terduga dan pusaran air dalam area Segitiga Bermuda menjadi salah satu penyebab terbesar misteri lenyapnya kapal dan pesawat di Segitiga Bermuda.

Menurut Norman Hooke yang bekerja untuk Lloyd’s Maritime Information Services di London, “Semua kecelakaan hanya akibat cuaca yang buruk.”

Badai destruktif di daerah tersebut terdokumentasi dengan baik begitu juga dengan gelombang besar yang tiba-tiba menenggelamkan kapal. Penelitian satelit terbaru telah membuktikan satu gelombang tunggal mencapai setinggi 80 kaki atau lebih tinggi di daerah laut terbuka.

2. Human Error

Disorientasi spasial dan kebingungan sensorik, jarang dilakukan pilot tetapi menjadi alasan yang nyata untuk kecelakaan pesawat terbang (87 % disebabkan human eror). Juga fakta bahwa Segitiga Bermuda menjadi daerah yang ramai lalu lintasnya, daripada di daerah lain, menyebabkan kecelakaan lebih banya terjadi.

Kesalahan manusia kemungkinan besar nomor satu yang menjadi penyebab kematian di bermuda tapi ada sesuatu yang lebih besar yang mungkin yang menjadi penyebab dari segala spekulasi.

1. Mitos dan Ramalan

Satu-satunya penjelasan adalah tidak ada penjelasan, Segitiga Bermuda didasarkan pada takhayul oleh imajinasi manusia abad ke-20 menjadi kecenderungan banyak orang condong percaya pada misteri di segitiga bermuda

Sebagai contoh kita akan mengambil klaim tua tentang dongeng pelaut, legenda dan bahkan catatan oleh Christopher Columbus pada daerah tersebut memiliki, “Lampu aneh yang menari-nari di cakrawala, api di langit dan kompas aneh,” dan tambahan-tambahan lainnya yang memperindah dan menambah misteri.

Hari ini diyakini bahwa apa yang Columbus amati sebagai api yang menari-nari ternyata adalah ulah suku primitive Taino yang sedang memasak / menyalakan api di atas kano mereka di dekat pantai.

Pembacaan kompas yang kacau karena adanya salah perhitungan dari gerakan bintang tertentu, dan api di langit itu sebenarnya adalah meteor jatuh ke bumi yang mudah dilihat saat di laut.

Menurut Kamus skeptis, banyak bencana yang diklaim telah terjadi di daerah itu sebenarnya tidak terjadi di Segitiga Bermuda dan misteri sebenarnya adalah mengapa segitiga Bermuda bisa dianggap sebagai Laut yang misterius.

Hari ini meskipun daya pikat misteri di segitiga bermuda telah terungkap dan dipatahkan oleh banyak penjelasan ilmiah oleh peneliti dan ilmuwan yang kredibel di bidangnya, namun cerita misteri tentang Bermuda tetap ada di hati banyak orang. Mungkin karena orang membutuhkan sekedar mitos fiksi untuk sisi imajinasi manusia yang tak terbatas.

Sumber :
danish56.blogspot.com

Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook

“Deadline Your Life”, Merencanakan Jadwal Kematian Kita

Oleh: Usman Alfarisi
Judul Buku: Deadline Your Life! (Ingat Mati Agar Hidup Lebih Berarti)
Penulis: Sholikhin Abu Izzuddin
Penerbit: Pro-U Media – Yogyakarta
Cetakan: 1, Juli 2011
Tebal: 322 Halaman

Cover Buku “Deadline Your Life”dakwatuna.com – Perbanyaklah mengingat penghancur kelezatan-kelezatan, yaitu kematian (HR Tirmidzi No 230, Shohihul Jami’ no. 1210)– Deadline Your Life Halaman 101.
Membicarakan mati, seperti tak ada habisnya. Ia bisa kita diskusikan dari berbagai macam perspektif. Apa saja, semau kita. Salah satunya adalah perspektif Islam dalam memandang kematian. Ini merupakan perspektif terbaik dan terlengkap dibanding perspektif lain.

Hal itulah yang dilakukan oleh ‘motivator sejuta umat’, Sholikhin Abu Izuddin dalam membahas kematian. Dengan kepiawaiannya mengolah kata bersajak, buku setebal 322 halaman ini serasa sangat renyah untuk dikunyah. Tidak perlu mengerutkan dahi, hanya perlu menyiapkan sunggingan-sunggingan senyum di setiap jenak buku ini. Beliau akan membuat kita untuk mengangguk setuju dan kemudian bergegas untuk mengukir prestasi.

Mati, sebagaimana kita pahami bersama merupakan kepastian paling pasti dari kehidupan yang kita jalani. Ia merupakan dua mata pisau yang berbeda, tergantung dari mana kita memakainya. Bagi seorang fajir, yang bergelimang dosa, mati tentu saja merupakan sebuah monster yang sangat menakutkan. Golongan ini sangat takut akan datangnya mati. Jangankan untuk membicarakan mati, mengingat saja mereka enggan. Yang masuk dalam golongan ini, salah satunya adalah mereka yang sangat mencintai dunia. Mereka menganggap bahwa dunia ini adalah yang terakhir. Dunia ini adalah tempat bersenang-senang, sesuai nafsu mereka. Padahal sejatinya tidak! Dunia ini adalah ladang yang mesti kita garap dan baru bisa kita panen kelak di akhirat.

Bagi seorang mukmin, mati tentu saja sebuah kata yang sangat menarik dan bisa jadi pada taraf sangat dirindukan. Sebut saja generasi salaf, generasi terbaik umat ini. Mereka menganggap mati sebagai sebuah kenikmatan, karena dengan itu mereka bisa bertemu dengan kekasih sejatinya, Allah Subhanahu wa Ta’alaa. Oleh karena itu, generasi ini termasuk yang bergegas, berlomba dalam melakukan amal shalih. Mereka tak kenal putus asa, tidak mau menunda bahkan selalu menangis ketika tertinggal dalam melakukan amal shalih. Generasi ini, nyaris habis. Meski dalam beberapa kasus, kita masih bisa mengadakannya, terutama pada diri kita masing-masing. Semoga.

Buku berukuran 12 x 20 cm ini, akan mengajak Anda untuk terus berkarya, agar kita mati dengan tersenyum. Ya. Senyum kemenangan sebagai syuhada’. Karena mati itu pasti, tapi bukan itu esensi utama dari kematian kita. Melainkan bagaimana kita mati, itulah yang lebih penting dan mesti kita persiapkan. Abu ya’la (Syadad) bin Aus Radhiyallahu ‘Anhu berkata, Rasulullah bersabda, “Orang yang cerdas adalah orang yang mengoreksi dirinya dan mempersiapkan amal untuk bekal sesudah mati. Dan orang yang bodoh adalah yang selalu menurutkan hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah” (HR Tirmidzi). Hadits yang terdapat di halaman 80 ini merupakan sebuah pilihan. Pilihan yang Rasulullah ajukan kepada kita, umatnya, akankah kita memilih untuk menjadi cerdas dengan mempersiapkan bekal setelah mati, atau sebaliknya, memilih menjadi orang bodoh dengan menuruti hawa nafsu dan panjang angan-angan.

Buku yang terbit pertama di bulan juli tahun 2011 ini, sejatinya hanya terdiri dari 2 bagian. Bagian pertama tentang perlunya kita mengingat mati. Bagian kedua merupakan langkah yang harus kita lakukan agar mati kita menjadi berpengaruh. Agar mati yang kita hadapi kelak menginspirasi bagi generasi-generasi yang kita tinggalkan. Agar mati yang hanya sekali, senantiasa berbekas bagi diri maupun orang lain.
Bagian pertama buku ini terdiri dari 4 bab meliputi: Deadline Power, Bila Waktu Telah Berakhir, Bagaimana Cara Memotivasi Diri, dan Mengapa Harus Men-deadline Diri. Masing-masing Bab dalam buku ini, disertai dengan sub-bab yang akan memudahkan pembaca untuk menyelami pemikiran penulis. Di bagian pertama ini, penulis menyebutkan betapa pentingnya kita mengingat mati. Di antaranya agar kita tidak menunda dalam melakukan kebaikan, menghiasi hari dengan prestasi- sekecil apapun, senantiasa berkata jujur, tersenyum sebagai bentuk sedekah yang paling murah dan aneka kiat-kiat dan contoh terkait pentingnya kita mengingat mati. Muaranya, penulis mengajak kita untuk merenung, bahwa hidup yang Allah berikan ini tidaklah kekal. Hidup yang Allah berikan kepada kita hanyalah terminal yang harus kita isi dengan amal shalih sebagai perbekalan kehidupan setelah kematian kita. Sehingga, ketika kesadaran seperti itu sudah terbentuk, maka kita akan menjadi pribadi yang cerdas, sebagaimana di sebutkan dalam hadits riwayat Imam Tirmidzi di atas, yaitu pribadi yang mengingat mati dan mengumpulkan perbekalan untuk mati.

Bagian pertama dalam buku ini, dipaparkan secara gamblang sebanyak 164 halaman. Sehingga kita akan puas dan kemudian menyegerakan diri untuk mengumpulkan bekal kematian yang merupakan gerbang menuju kehidupan yang lebih abadi, akhirat.

Setelah diajak melanglang buana terkait pentingnya mati, kita langsung diajak melangkah. Melakukan aneka aksi untuk menjemput kematian kita.

Ada Sembilan langkah yang penulis paparkan dalam bagian kedua ini. Sembilan langkah tersebut meliputi:

1. Mati Urusan Pribadi, Persiapkan Dirimu!
Dalam bab ini, penulis bertutur, “Siapa yang memungkiri? Jenderal atau Kopral, majikan atau pelayan, selebritis atau pengemis, direktur atau kondektur, koruptor atau provokator, bahkan anggota dewan atau tukang jagal hewan, semua bakal merasakan kematian. (Hal 175).
Dalam bab ini, diuraikan pula sejumlah nama yang telah diganjar surga oleh Allah. Sebut saja Bilal bin Rabbah yang terompahnya sudah terdengar sampai di surga. Hamzah bin Abdul Muthalib yang syahid di medan Uhud. Ja’far bin Abi Thalib yang beterbangan seperti burung di surga karena tangannya buntung ketika perang Mu’tah. Dan Ummu Sulaim yang mondar mandir di surga (hal 181). Sebuah pertanyaan cerdas yang penulis lontarkan dan sangat layak untuk kita renungkan, “Jika mereka telah diganjar surga oleh Allah, bagaimana dengan kita?”

2. Miliki Grand Desain Hidupmu.
Kegagalan yang kita dapati adalah buah dari gagalnya kita merencanakan. Kita cenderung berjalan tanpa arah dan tujuan yang jelas. Akhirnya, langkah kita tak pasti dan cenderung loyo ketika ada ujian yang melanda, diri yang mudah limbung, tak tentu arah dan berkecenderungan ‘asal mengalir’
Dalam bab ini kita disuguhi sebuah cara agar kita bisa memiliki Grand Desain. Dengan panduan yang mudah diikuti, kita diajak untuk menentukan akan menjadi seperti apakah kita, terutama dalam masa 5 tahun ke depan. (hal 200-203)

3. Action Plan.
Dalam bab ini, kita akan disajikan 3 hal penting dalam melakukan aksi terhadap rencana kita. Planning, Perincian dan Prioritas. Di bagian akhir, lagi-lagi kita disuguhkan dengan lembaran-lembaran praktikum tentang rencana-rencana kita. Lengkap dengan panduan dan waktu perkiraan terlaksananya rencana yang telah kita pancangkan (hal 221-226). Di sini, kita dipaksa untuk berpikir dan belajar membuat peta kehidupan. Agar hidup kita terarah dan tidak asal melangkah.

4. Desain caranya.
Rencana aksi, hanyalah sebuah garis besar tentang mimpi yang ingin kita gapai. Setelahnya, kita harus menuliskan langkah-langkah detail untuk mengeksekusi sekian banyak rencana tersebut. Sebut saja jika cita-cita kita adalah menjadi penulis. Maka kita harus menargetkan jenis-jenis tulisan yang akan digubah. Di sini, kita akan disuguhkan tentang cara membaca efektif sehingga tidak mudah lupa (hal 234-235), Tiga faktor Penyebab Lupa (hal 235-236), Dua Belas Cara Menulis Dengan Manis (hal 236-242) dan Empat Pemilik Dunia.

5. Jaga Stamina dengan Senyum Merekah.
Orang-orang sukses selalu tersenyum optimis dan mengharapkan dilimpahkannya kebaikan bagi seluruh manusia (Hal 251).
Senyum yang ikhlas, akan bermuara pada kebahagiaan sejati, “Saudaraku, agar hidup lebih terarah, potensi diri menjadi permata berharga, masa depan menjadi lebih cerah, dan hidup menjadi lebih bergairah, mari bergembiralah!”(Hal 253)
Bab ini ditutup dengan 5 cara Praktis menghadirkan senyum Merekah penggugah Ruhiyah (hal 255). Di sini, pembaca perlu berhati-hati. Karena setelah selesai, pembaca bisa mengidap penyakit suka ‘tersenyum sendiri.’ ^_^

6. Eksekusi Diri.
Rencana yang baik, detail aksi yang lengkap, akan sia-sia jika kita tak kunjung melangkah. Semuanya harus segera kita eksekusi agar tidak menyesal karena terlambat. Seperti halnya fir’aun yang terlambat mengakui keesaan Allah, seperti itu pulalah kegagalan yang akan kita terima manakala kita sering menunda eksekusi atas semua rencana kita.
Ada 6 penghambat eksekusi: tujuan hidup yang tidak jelas, antusias yang rendah, sikap mental negatif, kurang percaya diri, terlalu berhati-hati dan berharap tanpa memenuhi syarat (hal 262-263).

7. Fokus Sampai Lulus.
Orang yang tidak memfokuskan potensi untuk berprestasi akan kehilangan banyak kesempatan, memubadzirkan energi, merugikan masa depan, menzhalimi diri, dan merusak kehidupannya. Fokuskan pada akhirat maka dunia pun akan didapat. Tetap perbarui niat dan jaga semangat (hal 283). Fokus diibaratkan penulis dengan sinar laser. Meski kecil, ia bisa menghancurkan aneka benda yang ditabraknya. Sementara ketidakfokusan diibaratkan seperti matahari, meski tenaganya besar, daya hancurnya kurang karena ketidakfokusannya pada sebuah objek.

8. Optimis Sampai Finish.
Optimis adalah bagian dari kemenangan dan kesuksesan. Optimis adalah nafas panjang untuk mengarungi pendakian yang tak berujung. Pendakian menuju keabadian. Optimis adalah oksigen para pendaki tersebut. Sebab, semakin mendaki semakin sedikit teman, semakin sulit tantangan, semakin menjerit lolongan, semakin sempit kesempatan, dan semakin rumit persoalan, namun juga semakin bersuit-suit pujian yang melenakan di samping sudah semakin dekat dengan puncak kemenangan yang dirindukan (Hal 289).

9. Tak ada pilihan ketiga.
Bab ini menyajikan langkah pamungkas yang mesti kita lakukan agar kematian yang kita temui adalah kematian terindah, syahid. Penulis mengutip perkataan Sayyid Quthb dalam menafsirkan Surat Al Jatsiyah ayat 18 , “Pilihan itu hanya ada dua, Syari’at Allah atau mengikuti keinginan orang-orang jahil. Tidak ada pilihan ketiga, jalan tengah antara syariat yang lurus dan keinginan hawa nafsu yang berubah. Seseorang yang meninggalkan syari’at Allah berarti telah berhukum kepada keinginan nafsunya. Segala sesuatu selain syariat Allah adalah keinginan hawa nafsu yang disukai oleh orang yang jahil (hal 304-305).

Buku yang dikemas dengan rasa training ini membuat kita betah untuk melahap bab demi babnya. Sehingga kita akan terbawa arus dan tidak sadar ternyata kita hampir selesai membaca. Di samping itu, Bahasa yang mudah dicerna, bersajak, juga merupakan kelebihan yang tak terbantahkan dari buku ini. Belum lagi desain cover yang dominan warna hitam, disertai hiasan kuning, merah dan putih adalah sebuah kombinasi manis yang membuat pembaca ‘jatuh cinta’ pada pandangan pertama. Oh ya, yang tak kalah serunya, buku ini dikemas tanpa daftar isi. Sehingga Anda yang haus ilmu, akan penasaran untuk membuka tiap detailnya.
Akhirnya, saya ucapkan jazakumullah ahsanal jaza’ kepada Pak Sholikhin yang bercita-cita menjadi Trainer Sejuta Umat dan keluarga besar Pro-U Media seluruhnya. Semoga Allah mengistiqamahkan kita di jalan ini. Jalan yang awalnya hidayah, perekatnya ukhuwah dan semoga saja akhirnya adalah surga yang abadi. Amiin.

Kepada sahabat sekalian saya sampaikan, “Hati-hati membaca buku ini! Karena Dosis (motivasinya) tinggi. Sehingga sahabat, bisa jadi akan mengalami over dosis motivasi. Dan, sahabat tidak akan bisa tidur karena mengingat diri yang makin berkurang jatah umurnya, sementara prestasi tak kunjung jua membanggakan.”
Selamat membaca. Semoga berkenan.

Tips Mengatur Pola Makan Saat Sahur dan Berbuka Puasa Agar Tubuh Tetap Segar dan Sehat

Berpuasa selama 14 jam sebenarnya tak lantas membuat tubuh lemas. Sumber energi bisa tersimpan baik dalam tubuh dan menjaga tubuh tetap segar, asalkan memilih dan mengatur makan dengan tepat. Bagi Anda yang berpuasa dan tetap menjalankan aktivitas tinggi, cadangan energi yang cukup pastinya sangat dibutuhkan.

Ahli Gizi Klinis, dr Samuel Oetoro, SpGK, menjelaskan bahwa selama berpuasa, kadar energi dalam tubuh rendah karena tidak ada asupan sumber energi, yakni karbohidrat. Agar tubuh tetap segar, kuncinya menjaga kadar karbohidrat dalam darah tetap stabil dan tidak menurun drastis. Caranya dengan mengatur makan saat sahur dan berbuka puasa.

Pola makan saat sahur
Saat sahur, setelah bangun tidur, makanlah makanan lengkap. Perbanyak sayur dan buah, minum air putih empat gelas hingga waktu imsak, dan hindari gula -termasuk teh manis.

“Saat sahur, makanlah makanan yang mengandung sumber karbohidrat kompleks, protein, dan lemak sehat. Mengonsumsi karbohidrat kompleks membuat penyerapan di saluran cerna lebih lambat sehingga tak mudah lapar. Hindari konsumsi lemak jelek dan jenuh (kolesterol tinggi), termasuk gorengan karena akan membuat cepat haus,” kata dr Sam pada Kompas Female, Selasa (10/8/2010).

Sumber karbohidrat kompleks bisa didapatkan dari nasi merah, kentang yang dimakan dengan kulitnya, atau roti gandum. Hindari karbohidrat simpleks seperti tepung dan gula. Sedangkan asupan protein bisa dari ikan atau ayam.

Saat sahur, hindari lemak dengan kolesterol tinggi seperti kuning telur, cumi, udang, kepiting, atau jeroan. Karenanya, saat sahur perbanyak makan sayur dan buah.

Menjelang imsak, tambah lagi asupan sumber energi karbohidrat kompleks dari buah berserat tinggi, seperti apel atau pir. Buah ini bisa dimakan langsung atau diblender (sari buah diminum bersama ampasnya) bersama kulitnya agar penyerapan oleh tubuh berlangsung perlahan dan menstabilkan gula darah. Pilihan buah lain bisa juga diganti dengan pisang dengan dimakan langsung.

“Jika banyak makan manis, termasuk teh manis, kadar gula darah memang akan melonjak naik namun akan cepat turun kembali. Siang menjelang sore tubuh sudah mulai lemas,” imbuh dr Sam.

Pola makan ini akan membantu tubuh Anda menjaga sumber energi dan menstabilkan gula darah. Meskipun saat berpuasa, gula darah cenderung akan turun namun tidak drastis dengan pilihan makanan yang tepat. Pengaruhnya, aktivitas sepanjang hari tidak terganggu karena cadangan energi masih membuat tubuh segar hingga berbuka.

Pola makan saat berbuka puasa
Saat datang waktu berbuka, kadar gula darah semakin rendah. Sebaiknya segera berbuka untuk meningkatkan kembali energi agar tubuh tidak lemas. Anda masih ingin menjalankan ibadah shalat tarawih dengan tubuh segar, bukan?

Makan dan minum yang manis saat berbuka sangat dianjurkan, namun pilih makanan dan minuman yang sehat. Ganti teh manis atau kolak dengan jus buah (sari buah) agar kadar gula naik dan tubuh kembali berenergi.

“Pilih buah tanpa serat karena tubuh butuh penyerapan yang cepat, yakni buah yang banyak airnya seperti jeruk, melon, dan semangka,” kata dr Sam, menambahkan setelah berbuka dengan jus (sari buah) lanjutkan dengan makanan lengkap, dengan porsi yang sama seperti saat sahur.

Usai shalat tarawih, konsumsi buah dan sayur mengandung karbohidrat kompleks. Kali ini jangan dijus, tetapi makan langsung atau diblender besama kulitnya, seperti saat sahur. Jangan lupa minum empat gelas air putih saat berbuka hingga menjelang tidur.

Berpuasa menyehatkan, apalagi dengan asupan yang sehat. Selamat berpuasa.

Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook